Jumat, 04 Maret 2016

Kejamnya Karma Cinta





Cinta sangat sulit diartikan dan diukur, sebab cinta tergantung pada jati diri orang masing-masing. Namun jika dianalisis dari perjalan kisah cinta bebarapa orang maka, dapat diartikan bahwa cinta adalah rasa ketertarikan dan emosi atas dalamnya kasih sayang yang di miliki seseorang terhadap lawan jenisnya. Akan tetapi kuatnya cinta tanpa kebenaran akan bisa berujung dengan air mata kepahitan.











Benar tidaknya pernyantaan diatas mungkin dapat diresapi dalam sebuah kisah perjalanan hubungan yang kandas di tengah jalan. Kisah cinta berawal dari egoisme yang tak ingin kalah dalam dunia pacaran, sehingga seorang pangeran menyatakan cinta buta kepada sang bidadari yang cantik jelita. Dengan penuh hati-hati sang bidadari tak ingin langsung menerima godaan sang pangeran. Meskipun menunggu sang pangeran tak kunjung merayu dengan seribu jurus andalan demi membuktikan kepada orang, khususnya teman-temannya bahwa dia bisa mendapat sang jelita meskipun ia tidak mencintainya.

Rayuan demi rayuan sang cantik jelita pun tertusuk hatinya meskipun ia memiliki sudah memiliki pacar, ia memutuskan sang kekasihnya demi pangeran baru yang muncul di hatinya. Sang kekasih pun tentu sakit hati di putuskan. Siapa yang tidak sakit hati jika tak ada salah namun tiba-tiba sang kekasih minta putus. Tapi apa adanya hati mau berkata apa jika belahan hati sudah ingin pergi, hanya bisa pasrah dengan keadaan dan menanggung rasa kecewa dan sakitnya hati yang hanya dapat diobati waktu berlalu.

Sebaliknya si cantik jelita merasakan kebahagian yang tak terhingga di hati karena merasa mendapat pasangan hidupnya selamanya, waktu berjalan terus hubungan pun terus berjalan. Meskipun sang pangeran tetap berpura-pura mencinta dan menyayangi namun ia tetap mencari-cari wanita yang sesuai keinginannya. Pancarian sang pangeran tak pernah mendapat rasa curiga dari si jelita. Justru sang jelita semakin cinta dan sayang dengan pujaan hatinya yang memberikan cinta palsu.

Seiring berjalannya waktu sang pangeran merasa nyaman dengan seorang perempuan yang baru di kenal di dunia maya. Dengan rasa nyaman sehingga sang pangeran memutuskan untuk mengakhiri cinta palsunya dan mendapatkan belahan hatinya. Tak tanggung-tanggung sang pangeran meminta untuk melakukan keinginnannya di sebuah acara TV. Kini tibanya waktunya sang pangeran berada dalam situasi aksi nekatnya dengan mempertemukan dua bidadari.

Sang pangeran dalam keadaan bingung memulai kata-katanya kepada wanita yang begitu mencintainya karena ia ingin di saat itu hubungannya berakhir. Apalag sang kekasihnya itu menduga jika ia akan di lamar di acara TV tersebut. Detik demi detik akhirnya sang pangeran pun menyatakan dengan jujur bahwa ia ingin putus karena tidak mencintainya melainkan hanya ingin membuktikan kepada teman-temannya bahwa mendapatkan wanita cantik.

Si cantik pun terkejut dan bertanya apa yang sang pangeran katakan adalah hal yang serius, dengan hati yang sedih meminta maaf sebab apa yang ia katakana sebuah keseriusan dengan alas an sudah merasa nyaman dengan perempuan lain. Air mata tak berhenti mangalir dari mata si cantik jelita yang seakan-akan tak bisa menerima kanyataan pahit dan sungguh kejam.

Kini kebahagian si cantik jelita menjadi kesedihan yang begitu menyakitkan dalam dirinya. Kebahagian sang bidadari berawal dari kesddihan oleh sang kekasih pertamanya dan berujung pula dengan kesedihan yang dialami dirinya sendiri yang bahkan lebih kejam sebab di putuskan di sebuah acara yang di saksikan ribuan mata. Disinilah terjadi kejamnya karma cinta kerena berawal dari ketikbenaran. Memutuskan pacar tanpa salah adalah sebuah ketidak benaran, dan itulah yang dilakukan sang bidadari saat mendapat rayuan dari sang pangeran yang tidak mencintanya. 

By: Admin